Minggu, 27 Maret 2016

Temui Aku di Pelabuhan Itu

Selamat malam pemberi senyum terindahku..
Bagaimana kabarmu ? Bagaimana kabar hatimu ?
Kurasa kau sedikit merasa lebih bebas sejak hari ini. Atau mungkin hanya perasaanku saja. Hari ini kau resmi melepas secercah beban dipundakmu. Selamat ya, bisa dibilang I'm proud of having someone special like you. Someone special ? Are you feeling the same ? Hopely :)

Sekali lagi selamat atas kejayaanmu memimpin, walau memakan waktuku hingga hampir 500 hari menunggumu. Lelah ? Iya. Ingin menyerah ? Tentu tidak. Aku masih berdiri di sini atas keyakinanku atasmu Bung, atas semua ketetapan-Nya untuk kita. Walaupun, aku tak pernah tahu apa yang kau lakukan di sana. Masihkah dengan hati yang sama atau bahkan sudah berkali-kali mengisi hati dengannya-selain aku ?

Kalau kau bertanya hal yang sama kepadaku, sepertinya aku tak akan pernah menjelaskan. Seperti yang kau lihat, aku masih sama dengan sekitar hampir 500 hari yang lalu. Kadang terlintas di benakku mengapa aku begitu rela melakukan ini semua untukmu yang masih abu di mataku bahkan semua orang. Sampai saat ini pun aku tak tahu apa jawabnya, walau dengan segala keyakinan bahwa setiap tanya pasti ada jawabnya.

Jangan bertanya sampai batas mana aku merindu, tentu sampai batas aku tak dapat merasakan rindu lagi.
Jangan bertanya sampai batas mana aku menyimpan rasa, tentu sampai batas aku tak dapat ruang kosong lagi untuk menyimpannya.
Jangan bertanya sampai batas mana aku ingin menunggu, tentu sampai batas pada akhirnya engkau tak akan datang kembali.
Jangan bertanya sampai batas mana aku mendo'akanmu, tentu sampai batas terdekatku dengan-Nya.
Jangan bertanya sampai batas mana aku menjaga, tentu sampai batas kau tetap merasa terjaga di dalam benakku.


Banyak yang harus kau tahu tentang aku, kamu, hatiku, hatimu, dan segala ceritanya kelak, Bung. Maka, temuilah aku di pelabuhan tempat kita selalu singgah untuk bersua. Temuilah aku sebelum aku habis daya hingga tak sanggup menjelaskan apapun. Tak mungkin aku mengambil langkah untuk menemuimu, Bung. Bagiku kau yang wajib kembali dengan segala penjelasan yang selalu aku nantikan. Ku harap kau pahami.

~Aku yang menunggumu di pelabuhan itu~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar