Rabu, 26 Maret 2014

Pemberi Senyum Terindah

Sontak ukiran senyum itu membuat jantungku berpacu dalam melodi. Ayunan tangan dan langkah kakiku terhenti melihat seberkas cahaya terpancar dari raut wajah itu. Ukiran senyum yang tak pernah bisa orang lain memaknainya. Tatapan mata yang mungkin hanya bisa ku rasakan sendiri tanpa bisa ku berbagi dengan yang lain. Mungkin akan lebih baik ketika aku memberi sebuah julukan untuknya pemberi senyum terindah.

Kala mentari menampakkan pesonanya kala itu pula aku selalu berharap untuk bisa melihat senyuman itu lagi. Kita dipertemukan tanpa ada seorang pun yang tau. Hanya sang penciptalah yang memahami. Tugas kami hanya mengikuti setiap prosedur yang telah dirancang oleh sang maha kuasa.

Di bawah terik matahari, aku melangkahkan kaki dengan riangnya ke sebuah bangunan kokoh tempat dimana aku memperoleh secercah ilmu untuk bekal masa depanku. Sesampainya di bangunan itu, aku melihat sosok pemberi senyum terindah itu dengan pesonanya seolah memfokuskan retina mataku kepadanya. Tak sepatah kata pun bisa ku ucap, aku terpaku menatapnya.

Gejolak hati pun tak bisa ku kendalikan. Ah, mungkin inilah rasanya jatuh cinta. Rasa yang sudah lama tak berkobar di relung hati ini. Aku selalu ingin menjaga ukiran senyum itu, senyum yang selalu terpancar dari sosok calon masa depanku.

Aku tak pernah mengerti makna sebuah pertemuan yang seperti ini. Aku pun tak pernah mengerti dimana ini semua akan berlabuh menemukan muaranya. Yang terpenting adalah bagaimana aku tetap bisa menjaga ini semua dalam bait - bait doaku.

Awal pertemuan kami memang biasa saja. Saling tak menyadari dan mungkin tak pernah ada yang tahu. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan ku lalui semua ini dengan tenang layaknya air yang mengalir. Dalam diam aku menyimpannya dan mungkin hanya kami berdua dan sang pencipta yang mengerti.

Senja itu adalah kenangan termanis yang pernah ada. Pemberi senyum terindah dengan segala kelebihan dan kekurangannya menemani setiap langkah kaki ini.

Dia, sang pemberi senyum terindah adalah salah satu nama yang selalu ku ucap dan turut menemani tangis dalam lantunan doa di setiap sembah sujudku.

Sebait lirik lagu untukmu sang pemberi senyum terindah,
“Tak pernah ku duga semuanya berubah, saat kau memandangku bergetar hati ini. Kau berikan harapan tentang warna – warni hariku”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar