Apa aku pantas menyebutmu jahat ? Apa aku pantas tetap memberimu senyum ketika kau hadir seperti ini ?
Apa boleh aku berkata jika kau bertindak semaumu, pergi semaumu, mengingatku semaumu, dan melupakanku semaumu pula.
Tapi banyak yang harus kau tahu. Ketika setiap kali aku menangis saat otak ini tak mampu menghilangkan bayanganmu, Ketika hati ini menanyakan kabarmu, Dan ketika raga ini tak mampu lagi berdiri tegak saat memandang senyummu dalam bingkai foto itu.
Ketika setiap kali aku tersenyum mendengar desah suaramu yang sama sekali tak indah, ketika kau mulai membual dengan kata-kata yang sederhana saat kumulai enggan untuk tertawa, ketika kau menyapaku saat aku mulai merasa kehilanganmu.
Seolah-olah engkau hadir membuatku tersenyum lantas engkau pergi, walau aku tau kau tak akan pergi selamanya. Kau hanya pergi untuk sementara, entah untuk apa yang tak pernah aku tau.
Terkadang aku bertanya pada hatiku,"apa kau mempermainkanku?"
Hati kecilku menjawab,"tidak. Tidak akan"
"Apa kau akan menyianyiakanku?"
Lagi lagi jawaban itu,"tidak. Tidak akan"
Dan ketika kuingin bertanya,"apa kau akan meninggalkanku?"
Hati kecilku masih saja menjawab,"tidak. Tidak akan"
Lantas, haruskah aku percaya dengan hati kecilku ? Iya, aku harus percaya. Bagaimana mungkin bertahan ketika kepercayaan itu mulai tergerus oleh terpaan hujan.
Aku yakin dan akan tetap yakin. Kau tak akan pergi lagi meninggalkanku. Kau tak akan menghilang lagi. Kau akan kembali lagi untukku.
Yang terpenting, kau disini sekarang, disisiku dan akan tetap disisiku. Kita akan berjalan bersama, bergandengan tangan menjemput mimpi kita. Kita aku bersama, saling merangkul dalam doa.